Mitos Mitos Gunung Lawu

Jelajahi gunung lawu disini dan nikmati suasana alam yang akan menguncang saat anda menginjakan kaki di sana

Legenda Telaga Sarangan

kunjungi dan rasakan kesejukan hawa dan suasana damai di sarangan.

Seruan Tuhan maha Agung

Cermati dan pahami makna adzan dan ketahui fakta faktanya.

Pilih Zodiak mu

Ketahui zodiak mu dan ketahui faktanya.

Hack sendiri tubuhmu

jika belum tahu maka bacalah artikel tentang meng-hack tubuh sendiri maka bacalah ini.

Tampilkan postingan dengan label Magetan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Magetan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

Ulang Tahun Komunitas Blogger Magetan (PSC) yang Pertama

Hai Sobat Blogger Magetan

kali ini saya akan memosting tentang Acara Sakral  ^_^ . yaitu acara Ulang Tahun Komunitas Blogger Magetan (PSC) yang pertama.PSC ini didirikan Tahun pada tanggal 16 Desember 2012 yang genap 1 tahun pada tanggal 16 Desember 2013.Acara ini diselenggarakan di Telaga Sarangan , Magetan yang terkenal dengan panorama yang indah dan udara nya yang sejuk . namun saya yang berdomisili di dekat telaga sarangan ini sedikit kecewa dengan pemandangan yang ada di air telaga sarangan karena airnya tercemar sampah yang bisa dikatakan sudah masuk tahap kronis .

saya berpesan pada orang yang berdomisili di daerah sarangan maupun turis dan pengunjung untuk tidak membuang sampah pada telaga karena dapat merusak ekosistem dan mengurangi keindahan wisata tersebut.
kembali ke topik utama tadi , acara ulang tahunya PSC ini di koordinir langsung oleh tetua tetua PSC yaitu Mr. Andik Rasida , Mr Sagung Wibowo, Mr.Slamet yang khas dengan Blangkonya .acara ini hanya digelar secara sederhana , namun karena rasa persaudaraan yang tinggi , merupakan bukan masalah dan serasa enjoy enjoy saja.
walau acara terhambat hujan , namun yang datang ke acara tersebut juga tidak sedikit dan ada pula yang datang jauh jauh dari blogger ngawi.
acara puncaknya yaitu acara tiup lilin yang dilakukan oleh Mr.Andik Rasida
 

 dan acara makan makan di warung SATE dan Bakso milik pak Warto *jika tidak salah
ya sekaligus promosi dan sebagai rasa terimakasih dari anggota Bloger Magetan.

saya sebagai anggota dari komunitas Blogger Magetan,  saya hanya bisa berharap bagi PSC agar selalu jaya dan apa yang dilakukan selalu mendapat lindungan dan mendapat rahmat dari ALLAH SWT.
dan saran saya bagi semua anggota PSC semoga dapat terus berhubungan dan tidak akan ada perpecahan walaupun berada di sabang dan merauke .

SALAM BLOGGER MAGETAN
nyawiji ambangun bumi mageti

ini sebagian foto foto dari kereruan yang ada di acara ultahnya PSC









Sabtu, 11 Mei 2013

ASS F.C

hai sobat blogger kali ini saya akan memosting tentang klub futsal kelas saya yaitu ASS FC

ASS terbentuk : 11 - 06 - 2012

Sponsor           : Rm.Soponyono    
                          UD Windu segoro

Manager         : Fauzan N.R
                         *Ast. Pinera





Sejarah Klub :
 Ass yang terbentuk tanggal 11 juni 2012 ini sebetulnya hanya iseng iseng saja , terbentuknya ya hanya anak anak yang ingin kelasnya tidak tertinggal dalam hal FUTSAL
ASS FC bukanlah klub futsal yang terkenal, hanya saja klub kecil yang kami miliki yang rencananya hanya sampai kami lulus SMA. :D
oh ya kalian tau ASS belum??
pasti mikirnya jorok ya????
ASS adalah Association Six Science yang biasanya kami sebut IPA 6
klub ini hanya bermain jika saat saat longar dari kesibukan tugas sekolah yang sangat luar biasa.
paling bermain juga bari sampai jejak antar kelas. hahaha
menurut saya klub ini sangat kuat walaupun tiada pemain yang masuk tim sekolah yaitu BAROKAH FC
klub ini mampu bersaing dengan klub kelas lainya
namun jika ada kelebihan,pasti ada juga kekuranganya dalam suatu tim
ASS ini jika sudah unggul banyak suka teledor dan tidak konsisten & anggota yang sering terlambat datang :D

ini dia skuad tim ASS FC

penjaga gawang : - Pramu (28)
                           - Imam Fahmi (99)
                  
Pemain Belakang : - Bimo (8)
                             - Dhany (26)
                             - Bintang (9)
                             - Dandung (13)

Pemain Tengah   : - Alif (19)
                            - Rio (7)
                            - Yoga (16)

Pemain  Depan   : - Tetuko (89)
                            - Prabasta (10)


Demikian info saya semoga teman teman yang membaca dapat mensuport team dengan baik
maaf jika menyinggung dan maaf jika menyakiti
It's just for fun :D










Rabu, 01 Mei 2013

Kolam Renang DUTA





hai sobat blogger
kali ini saya akan memposting tentang wisata kecil-kecilan yaitu kolam renang DUTA
kolam renang ini merupakan cabang dari kolam renang DUTA yang berada di Ngawi
DUTA ini termasuk kolam renang satu-satunya yang berada di daerah Plaosan
DUTA ini juga bukan hanya kolam renang namun juga termasuk Restoran yang menyajikan
Chinese food,Sea food,dan juga Local food yang bagi saya Lumayan rasanya
DUTA juga dapat disewa dalam rangka Acara tertentu seperti Pernikahan,Ulang tahun,
Arisan,Outbond dan juga Rapat .
DUTA terletak di dusun Ngerong salah satu desa tercinta ini
DUTA ini berda ± 4Km dari telaga sarangan dan ± 200 m dari rumah saya.
jika anda ingin menyelam sambil minum air hahahah makudnya berenang sekaligus
cari sensasi DUTA ini tempatnya. Airnya segar,Bersih karena langsung diambil
dari sumber air bersih ,dan juga udaranya sejuk.
oh iya saya tadi mengatakan SEGAR hahaha
itu mungkin perasaan saya , karena sudah terbiasa dan sering berenang disana
namun jika anda belum pernah berenang disana saya jamin anda pasti akan merasakan
dingin yang super karena airnya yang diambil dari sumber mata air tadi dan suhu sekitar
yang lumayan rendah.
Sekian Post saya semoga bermanfaat

ini foto teman saya sewaktu beenang di duta


Asal Usul Dusun Ngerong





hai sobat blogger
kali ini saya akan mmosting tentang wilayah saya yaitu dusun Ngerong
dusun ini terletak di desa Dadi ,kec.plaosan ,kab.magetan dusun ini termasuk stategis dalam segi apapun
oh iya ... saya tinggal di dusun Ngerong ini sejak saya masih kecil , saya tinggal di RT.14,RW.07 jika
ingin mengunjungi saya     monggo
dusun Ngerong ini lumayan dekat dengan tempat-tempat wisata ternama di kawasan kami misalnya :
telaga wahyu ± 1 Km
telaga sarangan ± 4 km
Air terjun pundak kiwo ± 1 Km
oh iya kita tadi akan membahas asal ussul ya....emm
kata orang orang tua yang dulu kata ngerong diambil "RONG" yaitu selaluu menggerus atau selalu berlubang
dulunya kata orang orang tua ada lubang yang berdiameter ± 1 meter itu terus membesar ± 2 meter dan suatu  ketika warga warga cemas dan mulai bergerak utuk menutup lubang dengan batu,pasir,sampah namun tak membuahkan hasil .material yang dimasukan kedalam lubang seketika langsung menghilang entah kemana dan tidak ada suara  benda yang menyentuh dasar lubang terebut . hal itu membuahkan anggapan anggapan yaitu benda tersebut masuk  ke dalam air yang mengalir di bawah atau benda tersebut jatuh tanpa ada dasarnya. lubang itu sempat disebut lubang ssetan karena kadang kadang dijumpai Makhluk Gaib dan suara suara yang bukan dari manusia yang menakutkan.
namun lubang itu telah ditutup oleh batu yang melebihi diameterlubang tersebut
sampai saat ini pun saya juga belum tau dimana keberadaan lubang tersebut
itulah mengapa dusun kami dinamakan Ngerong
kurang lebih asal  usulnya seperti itu namun jika ada referensi yang lain maka hal itu juga tidaklah
salah sepenuhnya
yaa...begitulah namun kepercayaan hanya ada pada pembaca sekalian Belived or Not terserah anda
yang penting percaya No 1 itu hanya pada Allah SWT.

sekian Post saya semoga bermanfaat ^_^  

Selasa, 16 April 2013

Nekeran yang Legendaris di Magetan

Nekeran atau bermain kelereng , merupakan permainan anak paling terkenal dan telah tersebar keseluruh Magetan atau Bahkan dunia.
Saat ini jenis kelereng yang paling populer terbuat dari bola gelas.. Bentuknya bulat  transparan dengan berbagai corak didalamnya atau banyak juga yang berwarna putih susu, dan  kelereng blimbing, karena hiasan di dalam kelereng seperti bentuk belimbing.
Permainannya sangat sederhana. Minimal dua anak. Biasa dimainkan oleh anak laki-laki, biarpun juga tidak menutup kemungkinan ada anak perempuan yang ikut main.Permainan ini bisa dilakukan di tanah Lapang,Halaman Rumah.

.
sebelum permainan Dimulai ,harus membuat Panah terlebih dahulu,setelah itu ada kesepakatan untuk menaruh kelereng biasanya 3/4 kelereng untuk di tahuhkan,dan biasanya kita memegang  kelereng istimewa kita atau dalam bahasa saya Gaco.setelah terjadi kesepakatan,kelereng ditahur sesuai panah tersebut.jika ada pemain yang menyentil kelereng dan mengenai posisi 4 dari bawah,maka ia akan mandaptkan 3 dibawahnya,tetapi jika pemain yang menyentl kelereng dan mengenai Pucuk,atau Ujung panah,maka ia bisa mengambil semua yang ada di panah tersebut.

Tiap anak mempunyai teknik membidik yang berlainan, mereka mempunyai gaya yang paling disukainya. Kelereng  dijepit dengan jari telunjuk dan disentil dengan jempol, . Dijepit diantara jari tengah dan jempol, terus disentil dengan jari tengah, istilahnya nylenthik. Menggunakan dua buah tangan. Jari telunjuk dan jempol tangan kiri menjepit gundu lalu disentil dengan jari tengah tangan kanan

Bagi pemain yang kalah dan habis nekernya bisa Bar(selesai)dalam bahasa jawa . Ada juga yang utang ke pemain yang menang. Permainan berakhir bila sudah bosan atau sudah tidak ada yang punya Neker karena diborong oleh pemenang, , karena telah berhasil mengambil seluruh kelereng pemain. Bagi yang jagoan dalam bermain kelereng, bisa menghasilkan uang karena hasil kemenangan bisa dijual ke temannya,hehehe,saya juga pernah tentunya dengan harga yang bisa dinego, tergantung banyaknya kelereng

Inilah permainnya waktu saya waktu masih kecil yang cukup menyenangkan,Semoga saja Permainan Tradisional ini Tidak lenyap ditelan jaman.Aminnn

Minggu, 14 April 2013

Kesenian Batik Magetan

Sidomukti ialah desa atau kampung yang berada di kecamatan Plaosan kabupaten Magetan.
Kampung ini merupakan perkampungan batik di kabupaten magetan, batik unggulannya ialah yang bernama batik Pring atau dalam bahasa indonesia ialah Batik Bambu,

Sebab masyarakat sidomukti membuat batik Pring ialah karena disekitaran wilayahnya yang masih alami di kelilingi dengan tumbuhan bambunya membuat warga sidomukti mberinisiatif embuat batik Pring khas dari magetan


Ingin berwisata ke Sidomukti? untuk kesan dapat ditempuh 1 jam dari kota magetan dengan arah pasar wisata Plaosan belok kiri hingga menemukan tanda" arah bertulis "SENTRA BATIK"
 
belok kanan dan sampai di perkampungan batik Sidomukti di sambut patung perempuan membatik Pring.


sumber: http://semutdesa.blogspot.com/2013/04/kampung-batik-sidomukti-plaosan.html

Budaya Larung Sesaji di Sarangan


Tradisi Larung Tumpeng di Telaga Sarangan Magetan sudah ada bertahun tahun silam.adalah satu cara untuk melestarikan budaya Jawa bagi masyarakat Magetan.Tradisi yang dilakukan dalam nuansa ritual ini dilakukan demi keselamatan warga Kabupaten Magetan.
 Pemerintah setempat menggelar acara Labuh Sesaji Gono Bahu dengan melarungkan tumpeng hasil bumi di tengah telaga Pasir Sarangan. Larung Sesaji dengan melarungkan satu buah tumpeng setinggi 3 meter di ikuti 2 gunungan palawija yang berisikan hasil bumi asli warga Magetan meliputi padi (nasi), pala wija, kentang, wortel, jagung dan sayur – sayuran lainnya.
entah kapan Kegiatan Ritual ini dilakukan yang pasti akan mendatangkanWisatawan dari penjuru manapun untuk melihat Larung Tumpeng Sarangan.
acara Labuh sesaji tersebuh diadakan setiap tahunnya sekali pada bulan Jawa Ruwah dan bisa meningkatkan  penghasilan penduduk Sarangan
Sementara itu Sumantri Bupati Magetan  menjelaskan Pemkab Magetan mentargetkan pengunjung yang saat ini 500 ribu pertahun menjadi 3 juta wisatwan pertahun.

Pemerintah Kabupaten Magetan telah mengemas acara larung sesaji ini semenarik mungkin, dengan menggunakan busana adat yang dipadukan dengan batik asli Magetan Batik Pring Sedapur dan hiburan kesenian lainnya.

Acara Larung Sesaji Telaga Sarangan ini dipimpin langsung oleh Bupati Magetan Sumantri dan dihadiri oleh para pejabat daerah Kabupaten Magetan.
Tradisi Larung Tumpeng ini juga membuat arus lalu lintas di pinggir telaga macet akibat padatnya pengunjung dan pasti akan menimbulkan kecelakaan kecelakanan yang tidak diinginkan
.larung Tumpeng sarangan jaman dulu yang disaksikan oleh wisatawan yang begitu padat.dulu Mobil sangat jarang,tetapi pengunjung disana begitu padat.apalagi sekarang bisa bisa sarangan menjadi Padat Total

Sejarah Telaga Sarangan

Asal Usul Telaga Sarangan yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal saya
saya ingin semua orang tahu kalau magetan mempunyai tempat wisata yang lumayan bagus


















Indah, sejuk dan penuh cerita menarik, demikianlah kata yang tepat untuk menggambarkan tempat wisata keluarga Telaga Sarangan yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini.

Danau atau yang biasa disebut telaga ini memiliki luas lebih kurang 30 hektar dan memiliki kedalaman sekitar 30 meter dan hanya berjarak 20 kilometer dari pusat kota Magetan, sehingga gampang ditempuh.
Berdasarkan informasi yang didapat dari petugas setempat, ditambah info dari tokoh dan wan warga setempat, nama lain dari Telaga Sarangan adalah Telaga Pasir. Hal ini karena berkaitan dengan cerita asal mula Telaga Sarangan.
Kyai Pasir dan Nyai Pasir adalah pasangan suami isteri yang hidup di hutan Gunung Lawu. Mereka tinggal di sebuah rumah (pondok) di lereng hutan Gunung Lawu sebelah Timur. Pondok itu dibuat dari kayu hutan dan beratapkan dedaunan. Dengan pondok yang sangat sederhana ini keduanya sudah merasa sangat aman serta tidak takut akan bahaya yang menimpanya, seperti gangguan binatang buas dan sebagainya. Lebih-lebih mereka telah lama hidup di hutan tersebut sehingga paham terhadap situasi lingkungan sekitar dan pasti dapat mengatasi segala gangguan yang mungkin akan menimpa dirinya.
Pada suatu hari pergilah Kyai Pasir ke hutan dengan maksud bertanam sesuatu di ladangnya, sebagai mata pencaharian untuk hidup sehari-hari. Oleh karena ladang yang akan ditanami banyak pohon-pohon besar, Kyai Pasir terlebih dahulu menebang beberapa pohon besar itu satu demi satu. Tiba-tiba Kyai Pasir terkejut karena mengetahui sebutir telur  terletak di bawah salah sebuah pohon yang hendak ditebangnya. Diamat-amatinya telur itu sejenak sambil bertanya di dalam hatinya, telur apa gerangan yang ditemukan itu. Padahal di sekitarnya tidak tampak binatang unggas seekorpun yang biasa bertelur. Tanpa berpikir panjang lagi, Kyai Pasir segera pulang membawa telur itu lalu diberikan kepada isterinya.
Kyai Pasir menceritakan ke Nyai Pasir awal pertamanya menemukan telur itu, sampai dia bawa pulang. Akhirnya kedua suami isteri itu sepakat, telur temuan itu direbus. Setelah masak, separo telur  rebus itu diberikan  Nyai Pasir  kepada suaminya, lalu telur itupun segera dimakan oleh Kyai Pasir dengan lahapnya. Setelah makan, kemudian Kyai Pasir berangkat lagi keladang untuk meneruskan pekerjaan menebang pohon dan bertanam.
Dalam perjalanan kembali ke ladang, Kyai Pasir masih merasakan nikmat telur yang baru saja dimakannya. Namun setelah tiba di ladang, badannya terasa panas, kaku serta sakit sekali. Mata berkunang-kunang, keringat dingin keluar membasahi sekujur tubuhnya. Derita ini datangnya secara tiba-tiba, sehingga Kyai Pasir tidak mampu menahan sakit itu dan akhirnya rebah ke tanah. Kyai Pasir dalam  kebingungan sebab sekujur badannya kaku serta sakit bukan kepalang, dalam keadaan yang sangat kritis ini Kyai Pasir berguling-guling di tanah, kesana kemari dengan dahsyatnya, Gaib menimpa Kyai Pasir, tiba-tiba badanya berubah wujud menjadi ular naga yang besar, bersungut, berjampang sangat menakutkan. Ular Naga itu berguling kesana kemari tanpa henti-hentinya.
Alkisah, Nyai Pasir yang tinggal di rumah dan juga makan separo dari telur yang direbus tadi, dengan tiba-tiba mengalami nasib sama sebagaimana yang dialami suaminya Kyai Pasir. Sekujur badannya menjadi sakit, kaku dan panas bukan main. Nyai Pasir menjadi kebingungan, lari kesana kemari, tak karuan dan tidak tau apa yang harus dilakukan.
Karena derita yang disandang ini akhirnya Nyai Pasir lari ke ladang bermaksud menemui suaminya untuk minta pertolongan. Tetapi apa yang dijumpai, bukannya Kyai Pasir, melainkan seekor ular naga yang besar sekali juga menakutkan. Melihat ular naga yang besar itu Nyai Pasir terkejut dan takut bukan kepalang. Tetapi karena sakit yang disandangnya semakin parah, Nyai Pasir tidak mampu lagi bertahan dan rebahlah ke tanah. Nyai Pasir mangalami nasib gaib yang sama seperti yang dialami suaminya. Begitu ia rebah ke tanah, badannya berubah wujud menjadi seekor ular naga yang besar, bersungut, berjampang, giginya panjang dan runcing sangat mengerikan. Kedua naga itu akhirnya berguling-guling kesana kemari, bergeliat-geliat di tanah ladang itu, menyebabkan tanah tempat kedua naga berguling-guling itu menjadi berserakan dan bercekung-cekung seperti dikeduk-keduk. Cekungan itu makin lama makin luas dan dalam, sementara kedua naga besar itu juga semakin dahsyat pula berguling-guling, namun tiba-tiba dari dalam cekungan tanah yang dalam serta luas itu menyembur air yang besar memancar kemana-mana. Dalam waktu sekejap saja, cekungan itu sudah penuh dengan air dan ladang Kyai Pasir berubah wujud mejadi kolam besar yang disebut Telaga. Telaga inilah yang  oleh masyarakat setempat terdahulu dinamakan Telaga Pasir, karena telaga ini terwujud disebabkan oleh ulah Kyai Pasir dan Nyai Pasir.

Mitos Miots Gunung Lawu

saya akan membahas sedikit tentang gunung lawu..
emm saya juga kurang begitu paham tentang gunung lawu dan belum sempat menjelajahi nya karena baru 1 kali saya mendakinya

Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan sejuta misteri dengan tiga puncak utamanya yaitu : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Konon kabarnya gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan ada hubungan dekat dengan tradisi dan budaya keraton solo dan yogjakarta , semisal upacara labuhan setiap bulan Sura (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta. Dari visi folklore, ada kisah mitologi setempat yang menarik dan menyakinkan siapa sebenarnya penguasa gunung Lawu dan mengapa tempat itu begitu berwibawa dan berkesan angker bagi penduduk setempat atau siapa saja yang bermaksud tetirah dan mesanggarah.


Siapapun yang hendak pergi ke puncak Lawu bekal pengetahuan utama adalah tabu-tabu atau weweler atau peraturan-peraturan yang tertulis yakni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan, dan bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.suatu contoh peraturan ialah dilarang berbicara kesel (lelah)ketika sedang dalam perjalanan menuju puncak.selagi tidak melanggar peraturan tidak akan terjadi suatu kejadian yang naas.

Namun,Gunung Lawu tidak hanya sebatas angker belaka,tetapi Gunung lawu ditunggu seekor burung misterius.Jalak Lawu namanya.
Mbah Prapto Lawu Gendheng (pemilik warung di dekat sendang Drajat), bercerita bahwa Jalak Gading yang ada di Gunung Lawu ini adalah Teman seperjalanan untuk semua pendaki gunung Lawu, asal jangan diganggu. Kalau Jalak Gading ini diganggu, dilempari dll Jalak Gading ini akan membuat sesat para Pendaki Gunung Lawu, entah bagaimana caranya yang jelas jangan mengganggu Burung Jalak Gading kalau tidak ingin tersesat malahan Jalak Gading ini akan mengantar para pendaki sampai ke Puncak Gunung Lawu.
Gunung Lawu, merupakan habitat berbagai macam flora dan fauna yang unik, endemik (anggrek dan jalak lawu) dan ada pula yang terancam punah, seperti Harimau dan Elang Jawa. Selayaknya kita manusia bisa hidup berdampingan dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar, terutama para pendaki gunung yang sering bergumul langsung dengan alam bebas.
Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani. Bagaimana situasi Majapahit sepeninggak Sang Prabu? Konon sebagai yang menjalankan tugas kerajan adalah Pangeran Katong. Figur ini dimitoskan sebagai orang yang sakti dan konon juga muksa di Ponorogo yang juga masih wilayah gunung Lawu lereng Tenggara.